Malinau – Minggu (17/5) dua wisatawan mancanegara asal Belanda, Two Old Farts disebutnya, melakukan perjalanan tracking melintasi kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang dari Long Tua menuju Long Layu, Krayan Selatan.

Perjalanan dimulai dari Amsterdam, Belanda menuju Jakarta, kemudian dilanjutkan ke Tarakan, Tanjung Selor, Long Aran, Long Alango, hingga Apau Ping sebelum memasuki jalur tracking di kawasan pedalaman Kalimantan Utara.

Diskusi Singkat di Pondok Ekowisata Long Tua

Sebelum memulai tracking selama kurang lebih 5 (lima) hari, wisatawan berhenti sejenak di Pondok Ekowisata Long Tua untuk mengurus tiket masuk kawasan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk wisata alam minat khusus yang menawarkan pengalaman menjelajahi hutan tropis Kalimantan sekaligus mengenal kehidupan masyarakat adat di sekitar kawasan TN Kayan Mentarang.

Sepanjang perjalanan, wisatawan akan melewati jalur hutan alami, sungai, serta wilayah perkampungan yang masih mempertahankan budaya dan kearifan lokal. Kawasan TN Kayan Mentarang sendiri dikenal memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi dan menjadi salah satu bentang alam hutan tropis penting di Pulau Kalimantan.

Selain menikmati keindahan alam, perjalanan tracking ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat secara berkelanjutan di wilayah TN Kayan Mentarang.  Balai TN Kayan Mentarang terus mendorong pengembangan wisata alam yang tetap memperhatikan prinsip konservasi serta pelestarian budaya lokal sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan.