Malinau – Dua orang peneliti dari Faculty of Humanities and Social Sciences, University of Tsukuba, Japan, Daisuke dan Sano, melakukan kunjungan ke Kantor Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (BTNKM), pada Selasa (24/2). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan koordinasi dan diskusi awal terkait rencana penelitian yang akan dilaksanakan di Desa Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau dengan judul “The adjustment of local people’s livelihoods for biodiversity conservation in the Heart of Borneo; A comparative study of multiple regions”.

Dalam pertemuan tersebut, Daisuke dan Sano berdiskusi dengan pihak Balai TNKM mengenai berbagai aspek pengelolaan kawasan, khususnya terkait hubungan dan ketergantungan masyarakat Kecamatan Bahau Hulu terhadap kawasan hutan, termasuk kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang. Kedua peneliti tersebut juga menunjukkan ketertarikan terhadap sistem penetapan zona dalam pengelolaan kawasan taman nasional, khususnya pada wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Long Alango.

  

Kepala Seksi SPTN II Long Alango, Heru Budianto, menjelaskan bahwa tingkat ketergantungan masyarakat terhadap hutan di wilayah Bahau Hulu tergolong sangat tinggi. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat yang secara turun-temurun memanfaatkan hasil hutan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Namun demikian, menurut Heru, pola pemanfaatan tersebut tidak serta merta menjadi ancaman bagi kelestarian hutan. Hal ini dikarenakan masyarakat adat setempat memiliki aturan adat yang mengatur pemanfaatan sumber daya hutan secara terbatas dan bertanggung jawab.

“Hutan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat adat Dayak di Bahau Hulu. Oleh karena itu, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang terus berkolaborasi dengan masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan,” jelas Heru.

Setelah melakukan koordinasi di Malinau, Daisuke dan Sano melanjutkan perjalanan menuju Desa Long Alango. Pada Sabtu (4/3), keduanya kembali melakukan diskusi lanjutan di Kantor Visitor Center SPTN II Long Alango bersama Polisi Kehutanan dan Penyuluh Kehutanan SPTN Wilayah II Long Alango.

Dalam kesempatan tersebut, Daisuke dan Sano mendiskusikan berbagai kegiatan pengelolaan kawasan yang rutin dilaksanakan oleh SPTN II Long Alango. Polisi Kehutanan, Prayoga Adi Wiranto, menjelaskan bahwa terdapat beberapa kegiatan yang secara konsisten dilakukan dalam mendukung pengelolaan kawasan taman nasional.

“Beberapa kegiatan tersebut antara lain pelaksanaan SMART Patrol bersama masyarakat sebagai upaya pengawasan kawasan, sosialisasi penanganan konflik satwa yang berfokus pada edukasi mengenai satwa dilindungi, serta kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan di sekolah-sekolah di Desa Long Alango, ungkap Prayoga.

Selanjutnya, pada Senin (10/3), Daisuke dan Sano kembali melakukan kunjungan ke Kantor Balai Taman Nasional Kayan Mentarang di Malinau untuk melanjutkan koordinasi serta mempelajari lebih lanjut terkait zonasi dalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang. Dalam pertemuan tersebut, Daisuke mendalami konsep penetapan zona yang diterapkan di TNKM sebagai bagian dari strategi pengelolaan kawasan konservasi yang bertujuan menjaga kelestarian ekosistem sekaligus mengakomodasi kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan.

Sebagai penutup dari rangkaian kunjungan dan diskusi tersebut, Daisuke dan Sano menyampaikan apresiasi atas keterbukaan serta kerja sama yang diberikan oleh Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, khususnya SPTN II Long Alango. Mereka menegaskan bahwa kolaborasi antara peneliti, masyarakat adat, dan pengelola kawasan konservasi merupakan kunci penting dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat di wilayah Bahau Hulu.

Narasi: Prayoga Adi Wiranto
Editor: Shinta Dewi Marcelina