Sinergi di Jantung Kalimantan: Cerita dibalik Patroli dan Penjagaan Kawasan di Wilayah Hulu Bahau

Sinergi di Jantung Kalimantan: Cerita dibalik Patroli dan Penjagaan Kawasan di Wilayah Hulu Bahau

Long Alango – Menjaga bentang alam Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) yang begitu luas tentu tidak bisa dilakukan sendirian. Kali ini patroli penjagaan Kawasan TNKM dilakukan selama 15 hari penuh dari tanggal 14 hingga 28 Februari lalu, tepatnya pada wilayah kerja SPTN II Long Alango Resor Sungai Bahau wilayah Long Tua.

Tim beranggotakan empat orang dimana dua petugas lapangan seksi wilayah II Long Alango, Resort Sungai Bahau dan dua orang masyarakat lokal  yang sangat piawai mengemudikan perahu. Bersama-sama, mereka menembus derasnya Hulu Sungai Bahau demi satu tujuan, merawat rumah bagi satwa liar dan melindungi kekayaan alam di dalamnya.

Pohon Raksasa dan Satwa Liar di Sungai Berau

Patroli dimulai dengan berjalan kaki (tracking) membelah lebatnya hutan di sekitar Sungai Berau selama tujuh hari. Di kawasan yang masih sangat asri ini, tim dibuat takjub dengan ukuran pepohonannya. Mereka bahkan menemukan Pohon Benuang, begitu warga Suku Kenyah menyebutnya, dengan diameter batang mencapai 5 meter.

Sepanjang jalan, alam seolah memamerkan kekayaannya. Tim menemukan bunga langka Sapria dan sarang lebah madu hutan. Jejak kehidupan satwa juga sangat jelas terlihat; ada tanduk rusa yang ditemukan, bulu landak, hingga bekas tempat bermain burung kuau. Jika melihat ke atas dahan pohon, kawanan owa-owa dan monyet tampak asyik bergelantungan dan beraktivitas bebas.

 

Merawat ‘Ruang Makan’ Banteng Kalimantan

Setelah sempat beristirahat sejenak di Desa Apau Ping untuk memulihkan tenaga, tim kembali bergerak menuju Pondok Hutan Long Tua. Di kawasan padang savana ini, mereka punya misi khusus. Selama tiga hari, tim bergotong-royong memotong semak belukar yang mulai menutupi padang rumput.

Tujuannya sederhana tapi sangat penting: memberi ruang agar rumput-rumput baru yang segar bisa segera tumbuh. Rumput muda inilah yang menjadi sumber makanan utama bagi Banteng Kalimantan liar yang hidup di sana. Selain merawat “ruang makan” banteng, mereka juga membersihkan area sekitar pondok agar tetap layak digunakan sebagai pos penjagaan.

Bertaruh Nyawa Melawan Cuaca dan Arus Liar

Patroli menjaga hutan ini jelas bukan sekadar jalan-jalan biasa. Di hari terakhir penelusuran hutan, tim harus terus melangkah menembus belantara di tengah guyuran hujan lebat dan angin kencang.

Tantangan terberat justru datang dari jalur air. Saat sungai tiba-tiba meluap dan banjir, nyawa menjadi taruhannya. Menggunakan perahu kecil bermesin (ketinting), mereka harus berjuang mati-matian melewati Jeram Palang Lepak yang terkenal sangat ganas. Begitu derasnya arus banjir waktu itu, sampai-sampai satu perahu mereka yang sedang diikat di pinggir sungai putus dan hanyut terbawa air.

Meski kehilangan satu perahu penting di tengah hutan, semangat mereka tidak luntur. Dengan memanfaatkan satu perahu yang tersisa, tim saling menjaga keselamatan satu sama lain dan berhasil menuntaskan misi hingga akhir.

Kisah perjalanan 15 hari ini menjadi bukti nyata. Ketika petugas negara dan masyarakat adat bersatu menjaga alam, tantangan seberat apa pun bisa dilewati. Hasilnya, kekayaan alam Jantung Kalimantan bisa terus lestari untuk generasi mendatang.

Narasi: Rafly

Foto: Dok SPTN Wilayah II Long Alango

Patroli Penjagaan Lalut Birai: Perkuat Perlindungan Kawasan Hutan

Patroli Penjagaan Lalut Birai: Perkuat Perlindungan Kawasan Hutan

Long Alango – Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) melalui SPTN II Long Alango Resor Sungai Bahau melaksanakan kegiatan patroli penjagaan kawasan di Desa Long Tebulo. Kegiatan ini berlangsung pada 14–28 Februari 2026 di wilayah Lalut Birai sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan, satwa liar, serta memperkuat pengamanan kawasan konservasi.

Kegiatan patroli ini bertujuan meningkatkan pengawasan dan pengamanan kawasan sekaligus mengumpulkan data keanekaragaman hayati yang terdapat di dalam kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang. Pelaksanaan patroli dilakukan menggunakan sistem SMART Patrol (Spatial Monitoring and Reporting Tool) yang mempermudah pencatatan data lapangan secara sistematis dan terintegrasi. Personil patroli penjagaan wilayah Lalut Birai tidak hanya dari pegawai SPTN II Long Alango Resor Sungai Bahau tapi juga melibatkan masyarakat desa penyangga.

Selama kegiatan patroli berlangsung, tim menjumpai berbagai jenis tumbuhan yang menjadi sumber pakan satwa liar serta bekas aktivitas satwa di dalam kawasan. Tim juga menemukan tumbuhan Rhizanthes, salah satu flora unik yang tumbuh di hutan tropis Kalimantan. Selain itu, beberapa tanda keberadaan satwa liar turut teridentifikasi seperti jejak rusa, landak, beruang madu, serta suara burung kuau raja yang bersahutan di tengah hutan. Temuan-temuan ini menjadi indikator bahwa kondisi ekosistem di kawasan tersebut masih terjaga dengan baik.

             

Selain pelaksanaan patroli, tim juga melaksanakan kegiatan penjagaan di wilayah SPHT (Stasiun Penelitian Hutan Tropis) Lalut Birai yang merupakan salah satu pintu masuk menuju kawasan Hutan Tanah Ulen milik masyarakat Desa Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu. Dalam kegiatan tersebut, tim patroli dan penjagaan kawasan melaksanakan berbagai aktivitas rutin di sekitar pos penjagaan, seperti pembersihan lingkungan pos, perbaikan fasilitas yang ada, serta kegiatan inventarisasi tumbuhan. Inventarisasi ini mencakup berbagai jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional, sumber pangan, maupun bahan kerajinan yang terdapat di kawasan SPHT Lalut Birai.

Tidak mudah bagi tim patroli menuju ke dalam wilayah di karenakan akses yang begitu menantang dan sulit, akses menuju ke dalam Kawasan hanya bisa dilalui mengunakan alat transportasi perahu, dan berjalan kaki. Tentu hal ini menjadi salah satu tantangan dan keseruan yang di hadapi oleh tim patroli. Kegiatan patrol dan penjagaan Kawasan ini terus dilakukan sebagai bentuk komitmen Balai Taman Nasional Kayan Mentarang SPTN Wilayah II Long Alango Resor Sungai Bahau wilayah Lalut Birai, untuk mempertahankan kelestarian sumber daya alam dan ekosistem hayati yang ada di dalam Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang.

   

Narasi : Irfan Andika

Editor : Shinta Dewi Marcelina

Foto: Dok SPTN Wilayah II Long Alango