Patroli Penjagaan Lalut Birai: Perkuat Perlindungan Kawasan Hutan

Patroli Penjagaan Lalut Birai: Perkuat Perlindungan Kawasan Hutan

Long Alango – Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) melalui SPTN II Long Alango Resor Sungai Bahau melaksanakan kegiatan patroli penjagaan kawasan di Desa Long Tebulo. Kegiatan ini berlangsung pada 14–28 Februari 2026 di wilayah Lalut Birai sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan, satwa liar, serta memperkuat pengamanan kawasan konservasi.

Kegiatan patroli ini bertujuan meningkatkan pengawasan dan pengamanan kawasan sekaligus mengumpulkan data keanekaragaman hayati yang terdapat di dalam kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang. Pelaksanaan patroli dilakukan menggunakan sistem SMART Patrol (Spatial Monitoring and Reporting Tool) yang mempermudah pencatatan data lapangan secara sistematis dan terintegrasi. Personil patroli penjagaan wilayah Lalut Birai tidak hanya dari pegawai SPTN II Long Alango Resor Sungai Bahau tapi juga melibatkan masyarakat desa penyangga.

Selama kegiatan patroli berlangsung, tim menjumpai berbagai jenis tumbuhan yang menjadi sumber pakan satwa liar serta bekas aktivitas satwa di dalam kawasan. Tim juga menemukan tumbuhan Rhizanthes, salah satu flora unik yang tumbuh di hutan tropis Kalimantan. Selain itu, beberapa tanda keberadaan satwa liar turut teridentifikasi seperti jejak rusa, landak, beruang madu, serta suara burung kuau raja yang bersahutan di tengah hutan. Temuan-temuan ini menjadi indikator bahwa kondisi ekosistem di kawasan tersebut masih terjaga dengan baik.

             

Selain pelaksanaan patroli, tim juga melaksanakan kegiatan penjagaan di wilayah SPHT (Stasiun Penelitian Hutan Tropis) Lalut Birai yang merupakan salah satu pintu masuk menuju kawasan Hutan Tanah Ulen milik masyarakat Desa Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu. Dalam kegiatan tersebut, tim patroli dan penjagaan kawasan melaksanakan berbagai aktivitas rutin di sekitar pos penjagaan, seperti pembersihan lingkungan pos, perbaikan fasilitas yang ada, serta kegiatan inventarisasi tumbuhan. Inventarisasi ini mencakup berbagai jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional, sumber pangan, maupun bahan kerajinan yang terdapat di kawasan SPHT Lalut Birai.

Tidak mudah bagi tim patroli menuju ke dalam wilayah di karenakan akses yang begitu menantang dan sulit, akses menuju ke dalam Kawasan hanya bisa dilalui mengunakan alat transportasi perahu, dan berjalan kaki. Tentu hal ini menjadi salah satu tantangan dan keseruan yang di hadapi oleh tim patroli. Kegiatan patrol dan penjagaan Kawasan ini terus dilakukan sebagai bentuk komitmen Balai Taman Nasional Kayan Mentarang SPTN Wilayah II Long Alango Resor Sungai Bahau wilayah Lalut Birai, untuk mempertahankan kelestarian sumber daya alam dan ekosistem hayati yang ada di dalam Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang.

   

Narasi : Irfan Andika

Editor : Shinta Dewi Marcelina

Foto: Dok SPTN Wilayah II Long Alango

Kunjungan Peneliti Jepang: Bahas Ketergantungan Masyarakat dan Zonasi Kawasan

Kunjungan Peneliti Jepang: Bahas Ketergantungan Masyarakat dan Zonasi Kawasan

Malinau – Dua orang peneliti dari Faculty of Humanities and Social Sciences, University of Tsukuba, Japan, Daisuke dan Sano, melakukan kunjungan ke Kantor Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (BTNKM), pada Selasa (24/2). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan koordinasi dan diskusi awal terkait rencana penelitian yang akan dilaksanakan di Desa Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau dengan judul “The adjustment of local people’s livelihoods for biodiversity conservation in the Heart of Borneo; A comparative study of multiple regions”.

Dalam pertemuan tersebut, Daisuke dan Sano berdiskusi dengan pihak Balai TNKM mengenai berbagai aspek pengelolaan kawasan, khususnya terkait hubungan dan ketergantungan masyarakat Kecamatan Bahau Hulu terhadap kawasan hutan, termasuk kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang. Kedua peneliti tersebut juga menunjukkan ketertarikan terhadap sistem penetapan zona dalam pengelolaan kawasan taman nasional, khususnya pada wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Long Alango.

Kepala Seksi SPTN II Long Alango, Heru Budianto, menjelaskan bahwa tingkat ketergantungan masyarakat terhadap hutan di wilayah Bahau Hulu tergolong sangat tinggi. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat yang secara turun-temurun memanfaatkan hasil hutan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Namun demikian, menurut Heru, pola pemanfaatan tersebut tidak serta merta menjadi ancaman bagi kelestarian hutan. Hal ini dikarenakan masyarakat adat setempat memiliki aturan adat yang mengatur pemanfaatan sumber daya hutan secara terbatas dan bertanggung jawab.

“Hutan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat adat Dayak di Bahau Hulu. Oleh karena itu, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang terus berkolaborasi dengan masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan,” jelas Heru.

Setelah melakukan koordinasi di Malinau, Daisuke dan Sano melanjutkan perjalanan menuju Desa Long Alango. Pada Sabtu (4/3), keduanya kembali melakukan diskusi lanjutan di Kantor Visitor Center SPTN II Long Alango bersama Polisi Kehutanan dan Penyuluh Kehutanan SPTN Wilayah II Long Alango.

Dalam kesempatan tersebut, Daisuke dan Sano mendiskusikan berbagai kegiatan pengelolaan kawasan yang rutin dilaksanakan oleh SPTN II Long Alango. Polisi Kehutanan, Prayoga Adi Wiranto, menjelaskan bahwa terdapat beberapa kegiatan yang secara konsisten dilakukan dalam mendukung pengelolaan kawasan taman nasional.

“Beberapa kegiatan tersebut antara lain pelaksanaan SMART Patrol bersama masyarakat sebagai upaya pengawasan kawasan, sosialisasi penanganan konflik satwa yang berfokus pada edukasi mengenai satwa dilindungi, serta kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan di sekolah-sekolah di Desa Long Alango, ungkap Prayoga.

Selanjutnya, pada Senin (10/3), Daisuke dan Sano kembali melakukan kunjungan ke Kantor Balai Taman Nasional Kayan Mentarang di Malinau untuk melanjutkan koordinasi serta mempelajari lebih lanjut terkait zonasi dalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang. Dalam pertemuan tersebut, Daisuke mendalami konsep penetapan zona yang diterapkan di TNKM sebagai bagian dari strategi pengelolaan kawasan konservasi yang bertujuan menjaga kelestarian ekosistem sekaligus mengakomodasi kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan.

Sebagai penutup dari rangkaian kunjungan dan diskusi tersebut, Daisuke dan Sano menyampaikan apresiasi atas keterbukaan serta kerja sama yang diberikan oleh Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, khususnya SPTN II Long Alango. Mereka menegaskan bahwa kolaborasi antara peneliti, masyarakat adat, dan pengelola kawasan konservasi merupakan kunci penting dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat di wilayah Bahau Hulu.

Narasi: Prayoga Adi Wiranto
Editor: Shinta Dewi Marcelina

Aksi Bakti Sosial: Wujud Kepedulian Rimbawan dalam Semarak Ramadan 1447 H

Aksi Bakti Sosial: Wujud Kepedulian Rimbawan dalam Semarak Ramadan 1447 H

10/3 – Balai Taman Nasional Kayan Mentarang bersama DWP Balai Taman Nasional Kayan Mentarang melakukan Aksi Bakti Sosial dalam rangka peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-43 Tahun 2026 sekaligus berbagi di Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Al Khairaat Malinau yang berlokasi di Malinau Seberang, Kabupaten Malinau. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus bentuk pengabdian rimbawan kepada masyarakat, khususnya dalam momentum bulan penuh berkah.

Kegiatan bakti sosial tersebut diisi dengan penyerahan bantuan langsung berupa sembako dan uang tunai kepada para santri dan pengurus pondok pesantren. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para santri selama menjalankan kegiatan belajar dan ibadah di bulan Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara rimbawan dengan masyarakat serta lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Malinau.

Momentum ini sekaligus menjadi ajang berbagi kebahagiaan serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.  Rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan yang tidak hanya difokuskan pada pengabdian dalam menjaga kelestarian hutan dan kawasan konservasi, tetapi juga pada upaya memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat.

 

“Peringatan Hari Bakti Rimbawan menjadi momentum penting bagi kami untuk merefleksikan kembali nilai-nilai pengabdian sebagai rimbawan. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para santri di Pondok Pesantren Al Khairaat Malinau,” ujar Gusta Fitria dalam sambutannya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial merupakan bagian dari nilai luhur yang harus terus dijaga oleh para rimbawan, sejalan dengan tugas dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam demi keberlanjutan kehidupan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada pondok pesantren kami. Semoga bantuan dan kebersamaan yang terjalin pada hari ini menjadi amal kebaikan yang bernilai ibadah serta membawa keberkahan bagi seluruh rimbawan yang telah berbagi di bulan Ramadan ini,” ungkap Ustad Takdir, pimpinan Pondok Pesantren.

Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan yang harmonis antara rimbawan dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Momentum Hari Bakti Rimbawan yang bertepatan dengan bulan Ramadan menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam menjaga kelestarian alam, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

Kegiatan bakti sosial ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, serta semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Dengan semangat tersebut, diharapkan para rimbawan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta lingkungan dalam mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan.

Buka Bersama Hari Bakti Rimbawan dan Ramadan 1447 H: Pererat Silaturahmi dan Refleksi Diri

Buka Bersama Hari Bakti Rimbawan dan Ramadan 1447 H: Pererat Silaturahmi dan Refleksi Diri

Dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, keluarga besar Balai Taman Nasional melaksanakan kegiatan buka puasa bersama sebagai wujud kebersamaan dan penguatan silaturahmi antarpegawai. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri oleh jajaran pimpinan, pegawai, serta DWP Balai Taman Nasional Kayan Mentarang.

Momentum buka bersama ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para rimbawan dalam memperkuat semangat pengabdian terhadap pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu mempererat solidaritas serta meningkatkan komitmen dalam menjalankan tugas menjaga kawasan konservasi.

Dalam sambutannya, Kepala Balai menyampaikan bahwa peringatan Hari Bakti Rimbawan yang bertepatan dengan Ramadan menjadi momen yang tepat untuk meneguhkan kembali nilai pengabdian dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai penjaga alam.

“Momentum Hari Bakti Rimbawan yang hadir di bulan Ramadan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk bekerja dengan penuh keikhlasan, menjaga amanah dalam pengelolaan kawasan konservasi, serta memperkuat kebersamaan dalam keluarga besar rimbawan. Semoga semangat pengabdian ini terus terjaga dalam upaya melestarikan hutan dan keanekaragaman hayati bagi generasi mendatang.”

 

 

 

 

 

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa semangat pengabdian para rimbawan diharapkan dapat terus terjaga dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan ekosistemnya sebagai penopang kehidupan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang mengingatkan pentingnya memaknai puasa secara menyeluruh. Disampaikan bahwa puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, serta kemampuan mengendalikan diri, termasuk menjaga lisan dari perbuatan ghibah atau membicarakan keburukan orang lain.

Melalui momentum ini, diharapkan semangat kebersamaan, keikhlasan dalam bekerja, serta komitmen para rimbawan untuk menjaga kelestarian alam dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Hari Ibu : Balai TN Kayan Mentarang Gelar Upacara Peringatan

Hari Ibu : Balai TN Kayan Mentarang Gelar Upacara Peringatan

Malinau (22/12), Balai Taman Nasional Kayan Mentarang turut menggelar upacara peringatan Hari Ibu ke-97. Peringatan Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember merupakan momentum penting untuk mengenang semangat, perjuangan, dan pengabdian perempuan Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan. Hari Ibu bukan sekadar ungkapan kasih kepada sosok ibu dalam lingkup keluarga, tetapi juga peringatan atas peran strategis perempuan sebagai penggerak perubahan, penopang bangsa, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 ini mengangkat tema Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045. Tema ini menjadi pengingat bahwa perempuan bukan hanya penerima
manfaat pembangunan, tetapi motor utama perubahan. Perempuan Indonesia bekerja dalam berbagai keterbatasan, namun tetap menjadi pilar ekonomi keluarga, penjaga nilai budaya, pemimpin komunitas, inovator teknologi, pelaku usaha, dan penjaga keberlanjutan kehidupan

Dalam amanat Inspektur Upcara, disampaikan bahwa Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 juga sejalan dengan agenda nasional, termasuk implementasi Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dalam kerangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penguatan sistem perlindungan, penghapusan diskriminasi, serta percepatan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.

sumber foto : humas TNKM